SEJARAH
DAN AKIBAT DARI OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN TERHADAP KEHIDUPAN MUHAJIR DI MASA
SEKARANG
MAKALAH
Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah
Pengantar Ilmu Sejarah
Yang dibina oleh Ibu Indah Wahyu Puji
Utami, S.Pd, S.Hum, M.Pd
Oleh
Intan Febri Layyinah
130731615706
UNIVERSITAS
NEGERI MALANG
FAKULTAS
ILMU SOSIAL
JURUSAN
SEJARAH
NOVEMBER
2013
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allas SWT yang telah
memberikan rahmat, taufiq, serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan tugas matakuliah Pengantar Ilmu Sejarah yaitu membuat makalah
yang berjudul “Sejarah dan Akibat dari Obat Penggugur
Kandungan Terhadap Kehidupan Muhajir di Masa Sekarang”
ini
dengan sebaik-baiknya.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada
pihak-pihak yang telah membantu terselesaikannya makalah ini. Kepada ibu Indah
Wahyu Puji Utami selaku pembimbing yang selalu memberikan pengarahan dan
motivasi untuk penulis dalam menyelesaikan tugas makalah ini. Tak lupa kepada
teman-teman Offering D Pendidikan Sejarah 2013 yang senantiasa membantu dan
selalu memberi inspirasi hingga terselesaikannya makalah ini.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan
dalam pembuatan makalah ini. Oleh karena itu diperlukan kritik dan saran yang
membangun dalam menyempurnakan makalah ini. Penulis juga mengucapkan terima
kasih kepada pembaca yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca
makalah ini.
Malang, 29 November
2013
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang
1.2. Rumusan
Masalah
1.3. Tujuan
1.4. Metode
Sejarah
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Sejarah dan awal mula Muhajir akan
digugurkan
2.2. Akibat yang ditimbulkan dari obat penggugur
kandungan terhadap kehidupan Muhajir
2.3. Kehidupan Muhajir sekarang
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan
3.2. Saran
DAFTAR RUJUKAN
LAMPIRAN
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kelahiran, kehidupan,
dan kematian merupakan sebuah misteri yang hanya Tuhan yang tahu. Sekuat apapun
usaha untuk mengingkari takdir tuhan, jika Tuhan tidak menghendaki, maka segala
usaha tersebut hanya akan sia-sia dan tak berarti apa-apa.
Salah satu contoh
bentuk pengingkaran terhadap takdir Tuhan adalah usaha seorang perempuan untuk menggugurkan
janin yang dikandungnya, apapun akan dilakukan agar janin yang dikandungannya
gugur, salah satunya dengan meminum jamu peluruh janin. Namun jika Tuhan
menghendaki janin tersebut untuk tetap hidup, maka janin itu akan tetap
bertahan hingga hari kelahirannya nanti. Muhajir adalah salah satu korban dari
usaha ibunya untuk menggugurkan kandungannya karena faktor ekonomi.
Alasan ekonomi memang
sering mendorong seorang ibu untuk menggugurkan kandungannya, supaya anaknya
tidak terlalu banyak dan tidak menjadi beban orang tua. Namun selain alasan
ekonomi diatas, ibu Muhajir yang bernama Arum memiliki alasan lain, yakni
karena selisih antara kelahiran kakak perempuan Muhajir dan hadirnya Muhajir di
dalam kandungannya hanya selisih 5 bulan saja. Jelas apa yang dilakukan Arum
memiliki akibat yang sangat besar bagi kehidupan Muhajir, terutama kehidupannya
di masa tua. Proses perjalanan hidup Muhajir inilah yang menarik untuk dibahas,
karena selain mengandung sejarah hidup seseorang, juga terdapat nilai-nilai
moral serta banyak pelajaran yang bisa diambil dari makalah ini.
1.1.
Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana sejarah dan
awal mula Muhajir akan digugurkan?
2.
Bagaimana akibat yang
ditimbulkan dari obat penggugur kandungan terhadap kehidupan Muhajir?
3.
Bagaimana kehidupan Muhajir
sekarang?
1.2.
Tujuan
1.
Menjelaskan sejarah dan
awal mula Muhajir akan digugurkan
2.
Menjelaskan akibat yang
ditimbulkan dari obat penggugur kandungan terhadap kehidupan Muhajir
3.
Menjelaskan kehidupan
Muhajir sekarang
1.3.
Metode
Sejarah
1.
Pemilihan Topik
a. Kedekatan
Emosional
Menjadi
seorang anak yang sejak dalam kandungan tidak diharapkan, bahkan akan
digugurkan memang tidak hanya terjadi pada Muhajir saja, namun hal ini jarang
dipublikasikan atau bahkan menjadi suatu pembahasan. Karena kedekatan Muhajir
dan penulis yang merupakan ayah dan anak, maka penulis mencoba membahas
keseluruhan dari sejarah hidup Muhajir yang merupakan korban usaha aborsi yang
dilakukan ibu kandungnya sendiri, dari awal mula janinnya bersemayam di rahim
ibunya hingga perjuangannya untuk mampu bertahan hidup, diusianya yang ke-61
tahun kini.
b. Kedekatan
Intelektual
Untuk
mendukung keabsahan makalah ini, penulis mendapatkan sumber-sumber, baik sumber
primer maupun sumber sekunder dari keluarga Muhajir sendiri. Pemilihan topik
ini bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada pembaca bahwa rencana Allah
selalu indah dan jangan mengubah apa yang sudah diberikan Allah. Usaha untuk
menggugurkan kandungan memang tindakan yang tidak terpuji, mengubah takdir
Allah merupakan sikap menusia yang tidak bersyukur serta tidak berpikir positif
untuk kebaikan di masa yang akan datang. Karena itulah penulis memilih topik
ini untuk dibahas, yaitu Sejarah dan Akibat dari Obat Penggugur Kandungan
Terhadap Kehidupan Muhajir Di Masa Sekarang
2.
Heuristik
Pengumpulan
data dan sumber-sumber yang mendukung topik pembahasan yakni sumber primer
didapat penulis dengan mewawancarai Muhajir yang merupakan sumber utama dan
terlibat langsung didalam topik yang diangkat oleh penulis, wawancara dilakukan
melalui telepon karena situasi dan kondisi yang tidak mendukung untuk
dilakukannya wawancara secara tatap muka. Sedangkan sumber sekunder yakni
maisaroh yang merupakan bibi kandung Muhajir, Nafi’ah yang merupakan kakak
perempuan Muhajir, dan Anif Hidayati yang merupakan istrinya, sumber sekunder
tersebut sebagai pembanding dan pendukung sumber primer. Wawancara dengan
sumber sekunder juga dilakukan dengan menelepon sumber sekunder karena penulis
belum bisa bertemu langsung dengan sumber sekunder untuk melakukan wawancara.
3.
Kritik
a. Kritik
Eksternal
Dari sumber primer
yaitu Muhajir maupun sumber sekunder yakni Nafi’ah, Maisaroh, dan Anif Hidayati
memang benar bahwa ketika Mihajir masih di dalam kandungan, ibunya sering
meminum jamu penggugur janin. Namun ada sedikit perbedaan dalam perkembangan
kehidupan Muhajir yang sering sakit-sakitan sejak usianya 50 tahun hingga
sekarang. Maisaroh yang merupakan adik Arum sekaligus sumber sekunder
mengungkapkan bahwa ia tidak pernah mendengar kabar Muhajir sakit-sakitan,
karena menurut istri Muhajir, Anif Hidayati, Maisaroh memang tidak pernah
diberi tahu tentang keadaan kesehatan Muhajir sejak mereka menikah. sumber
primer maupun sumber sekunder yang lain memang menyatakan bahwa Muhajir memang
lebih sering sakit-sakitan sejak usianya memasuki setengah abad.
b. Kritik
Internal
Dari hasil wawancara yang
telah dilakukan oleh penulis, memang benar bahwa ada 2 sebab yang membuat Arum
mengambil keputusan untuk menggugurkan kandungannya, yakni keterbatasan ekonomi
karena ayah Muhajir yang hanya seorang nelayan tengan kehilangan kapal
kecilnya, sehingga ia tidak bisa mendapatkan penghasilan yang cukup pada waktu
itu dan jarak antara kelahiran Nafi’ah dengan hadirnya Muhajir di rahim Arum
yang dekat, yakni 5 bulan karena Arum memang tidak menyusui Nafi’ah.
4.
Interpretasi
Dari data-data atau
fakta-fakta yang penulis dapat melalui wawancara, baik sumber primer maupun
sumber sekunder dapat penulis interpretasikan bahwa hadirnya janin di rahim
Arum setelah 5 bulan ia melahirkan anak perempuannya memang menjadi suatu hal
yang tidak diduga. Bertepatan dengan itu, kondisi keuangan keluarga Arum sedang
berada diujung tanduk setelah suaminya, Rohim, yang hanya seorang nelayan
sedang kehilangan kapal kecil miliknya yang biasanya digunakan untuk melaut, sedangkan
ia memiliki 2 anak yang masih sangat kecil ditambah dengan Arum yang tidak
bekerja.
Setelah usaha
menggugurkan kandungan itu gagal dan Muhajir lahir dengan kondisi sehat
meskipun ia prematur, efek yang ditimbulkan dari tindakan Arum adalah sistem
pertahanan tubuh Muhajir yang sangat buruk. Ia tidak bisa melakukan pekerjaan
yang berat sejak usianya memasuki 50 tahun hingga diusianya yang ke-61 tahun
sekarang. Namun Muhajir memiliki perawakan yang cukup berisi dan kuat diwaktu
mudanya.
Ada perbedaan pendapat
mengenai kondisi Muhajir yang sering sakit-sakitan ini, sumber sekunder yakni
Maisaroh tidak mengatakan bahwa muhajir sering sakit-sakitan sejak usianya
memasuki 50 tahun. Namun menurut sumber sekunder lainnya membenarkan pernyataan
sumber primer yang mengaku sering sakit-sakitan sejak usianya memasuki usia 50
tahun. Setelah diperjelas, ternyata Maisroh memang tidak tahu keadaan Muhajir
setelah keponakannya itu menikah dengan Anif dan pindah ke Desa Paciran,
meskipun dulu di desa asalnya, di Desa Kranji, Muhajir juga diangkat anak oleh
kakak Maisaroh, namun Maisaroh masih mengetahui keadaan Muhajir karena rumah
mereka yang bersebelahan.
5.
Historiografi
Dalam historiografi,
penulis memulai dengan Bab I yaitu Pendahuluan, pendahuluan ini berisi Latar Belakang,
Rumusan Masalah. Tujuan, dan Metode-metode Sejarah. Kemudian dilanjutkan pada
Bab II yaitu Pembahasan, pembahasan ini merupakan inti makalah dan jawaban dari
rumusan masalah yang akan dibahas lebih detail mengenai Historiografi ini. Dan
yang terakhir Bab III yaitu Penutup yang berisi kesimpulan dan saran dari
pembahasan.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1. Sejarah
dan awal mula Muhajir akan digugurkan
Sekitar
5 bulan setelah kelahiran anak perempuannya, mungkin karena Arum tidak menyusui
Nafi’ah, ia hamil lagi. Kehamilan yang sangat tidak diharapkan karena suaminya,
Rohim, tengah kehilangan kapal kecil miliknya yang menjadi teman setianya
ketika pergi melaut, kapal kecilnya dicuri orang dan tidak diketahui siapa yang
mencuri benda berharganya tersebut.
Tanpa
pikir panjang, Arum mengambil tindakan yang juga tidak dilarang oleh Rohim,
yaitu menggugurkan kandungannya dengan cara meminum obat dan jamu penggugur
kandungan selama 2 bulan, namun janin itu tetap bertahan hingga hari
kelahirannya pada 17 Agustus 1952 meskipun ia lahir prematur karena hanya 7
bulan dikandungan ibunya dan ia diberi nama Muhajir.
Karena
keadaan ekonominya yang sedang kekurangan, Muhajir terbaksa diberikan untuk
diasuh oleh kakak Arum sendiri, Muhajir tumbuh dengan tinggi badan yang pendek
namun memiliki perawakan yang berisi. Karena orang tua asuhnya tidak memiliki
anak dan mencukupi seluruh kebutuhan yang dibutuhkan oleh Muhajir, ia pun
hampir tidak pernah dekat dengan orang tua kandungnya sendiri walaupun rumah
mereka bersebelahan. Orang tua angkat Muhajir juga memaklumi keadaan muhajir
yang sering sakit karena terlalu lelah bermain ataupun daya tahan tubuhnya yang
tidak baik.
Setelah
lulus SD, ia di pondokkan ke Desa Paciran dan berpisah dengan orang tua
angkatnya di Desa Kranji. Namun ia tak bertahan lama di pondok karena sering
sakit, akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari pondok dan bersekolah di
Kranji. Selama SLTP, ia juga membantu bapak angkatnya yang memiliki usaha
pabrik pengolahan ikan yang cukup besar.
Lulus
dari SLTP ia kembali dipondokkan ke Desa Paciran untuk kedua kalinya di pondok
yang sama, ia bertahan sampai lulus SLTA dan kembali ke Kranji untuk membantu
bapak angkatnya yang sedang menghadapi kesulitan karena pabrik pengelolaan ikan
miliknya terancam mengalami kebangkrutan. Hal ini bermula ketika bapak
angkatnya menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh pelanggannya, bapak
angkat Muhajir terpaksa banyak berhutang dan akhirnya menikahkan Muhajir dengan
putri seorang pengusaha yang menjadi tempat bapak angkat Muhajir berhutang.
Pernikahan
itu hanya bertahan 2 tahun, di usia yang masih sangat muda yakni 20 tahun,
Muhajir memutuskan meninggalkan rumah orang tua angkatnya dan tinggal dirumah
Maisaroh, Muhajir memberanikan diri untuk membeli mobil dengan uang tabungannya
dan dibantu dengan uang tambahan dari Maisaroh, ia bekerja sebagai supir mobil pick-up untuk mencukupi kebutuhannya
sendiri dan untuk mengembalikan uang Maisaroh.
Setahun
kemudian ia kembali kerumah orang tua angkatnya karena bapak angkatnya
meninggal dunia, disitulah ia bertemu kembali dengan orang tua kandungnya dan
memutuskan untuk kembali ke rumah orang tua kandungnya, 4 bulan kemudian ibu
angkatnya meninggal dunia, ia pun menjadi satu-satunya pewaris harta yang masih
tersisa juga pewaris tunggal seluruh hutang bapak angkatnya yang belum dibayar.
Setelah
melunasi seluruh hutang bapak angkatnya dan merasa asing tinggal di rumah orang
tua kandungnya sendiri, Muhajir memutuskan untuk pindah dan menetap di Paciran,
ia membangun rumah sederhana dari sisa uang yang masih dia punya. Ia menjadi
salah satu supir muda yang paling laris pada waktu itu, dengan kehidupan yang
jauh dari keluarga seperti itu, ia merasa lebih baik meskipun tak jarang ketika
ia sakit, ia yang merawat dirinya sendiri, namun baginya itu lebih baik dari
pada berada di rumah sendiri namun merasa asing dengan keluarganya sendiri.
Ketika
usianya 29 tahun, ia menikah lagi karena dijodohkan oleh penumpang langganannya
dengan perempuan asli Paciran yang bernama Anif Hidayati pada tanggal 17
Februari 1983, sesudah menikah ia benar-benar semakin jauh dari keluarganya
sendiri dan lebih dekat dengan keluarga istrinya. Pada tanggal 11 November
1983, lahirlah putra pertamanya yang bernama Iwan Wahyudi, disusul 6 tahun
kemudian putrinya yang diberi nama Vina Intihatus Sakhiyah lahir dan anak
terakhirnya lahir 5 tahun kemudian dan diberi nama Intan Febri Layyinah.
Muhajir menjalani kehidupannya sebagai ayah dengan keadaan yang baik, sesudah
menikah ia memang jarang sakit.
2.1. Akibat
yang ditimbulkan dari obat penggugur kandungan terhadap kehidupan Muhajir
Setelah
20 tahun usia pernikahannya, ia baru pulang mengunjungi Kranji karena bapak
kandungnya meninggal dunia, baru setelah inilah hubungan Muhajir dengan ibu
maupun saudara-saudaranya sedikit lebih dekat, hubungan silaturrahim yang
terputus sekian lama perlahan-lahan terjalin kembali, namun 3 tahun kemudian
Arum menyusul suaminya kembali kepada Sang Pencipta.
Meninggalnya
Arum tidak membuat hubungan Muhajir dan saudara-saudaranya kembali renggang,
karena sebagai satu-satunya anak Arum yang diasuh orang lain sejak bayi,
Muhajir belum pernah mengenal lebih dekat kakak dan adik-adiknya.
Memasuki
usia ke 50 tahun inilah akibat dari tindakan Arum puluhan tahun yang lalu
membuat kondisi kesehatan Muhajir perlahan-lahan mulai memburuk, ia mulai
saki-sakitan kembali bahkan masuk rumah sakit karena berbagai macam penyakit,
diantaranya asam urat, kolesterol, darah tinggi, kencing batu, hingga sesak
nafas.
Ia
hampir jarang bekerja karena kondisi badannya yang tidak bisa diajak terlalu
lelah, puncaknya adalah ketika kakinya tidak bisa berjalan karena asam urat dan
kolesterol yang parah.
Banyak
yang mengira bahwa Muhajir sakit-sakitan karena pola makan yang tidak diatur
dengan baik, namun perkiraan itu salah karena sedari muda bahkan sesudah
menikah, pola makannya tetap teratur dengan baik, hanya saja ia seorang perokok
yang aktif mengkonsumsi rokok dalam jumlah yang banyak. Berbagai macam
pengobatan dan banyaknya dokter yang sudah pernah ia kunjungi sudah tidak dapat
dihitung lagi, namun hasilnya tak membantu banyak.
2.1. Kehidupan
Muhajir sekarang
Di
usia yang ke-61 tahun ini, muhajir memang sudah tidak bisa bekerja lagi, ia
hanya menyewakan mobilnya jika ada yang menyewa, selebihnya ia lebih sering
dirumah. Putra pertamanya sudah berumah tangga dan menjadi guru di Pondok yang
sempat menjadi bagian dari sejarah hidup Muhajir, anak keduanya bekerja sebagai
seorang perawat di rumah sakit di Kranji, Desa asal Muhajir dan anak ketiganya
sedang menempuh kuliah di Universitas Negeri Malang.
Pengobatan
intensif tetap dilakukan oleh Muhajir yang selalu ditemani oleh istri
tercintanya yang sekarang mengambil alih peran Muhajir untuk mencari nafkah
untuk kebutuhan makan sehari-hari. Hubungan Muhajir dengan saudara-saurada dan
keluarganya yang lain juga tetap baik sampai sekarang, meskipun Muhajir jarang
mengunjungi keluarganya di Desa Kranji.
Kondisi
kesehatan Muhajir juga tidak tentu, kadang sakit, terkadang pula sehat, namun
yang pasti adalah ia sekarang agak kesulitan untuk berjalan karena asam uratnya
yang menggerogoti kakinya. Namun ia tetap bertahan sampai sekarang bersama
keluarga kecilnya.
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Jika
Allah tidak menghendaki, usaha apapun yang dilakukan oleh seseorang tak akan
berarti apa-apa, segala hal yang diberikan Allah sebaiknya selalu disyukuri.
Seperti awal mula cerita perjalanan hidup Muhajir ini, diawali dengan resiko
yang akan didapatkan karena Arum yang tidak menyusui Nafi’ah, sehingga ada
peluang untuk bisa hamil lagi dalam kurun waktu yang singkat. Dan akhirnya
memang benar karena 5 bulan sesudah melahirkan Nafi’ah, Arum hamil, bertepatan
pula dengan hilangnya kapal kecil milik Rohim, suaminya. Akhirnya Arum
mengambil tindakan untuk menggugurkan kandungannya, namun janin yang diberi
nama Muhajir itu tetap lahir dengan selamat meskipun prematur.
Setelah
lahir dan diasuh oleh kakak Arum, Muhajir tumbuh dengan daya tahan tubuh yang
tidak begitu baik dan sering sakit-sakitan di masa kecilnya. Namun ketika
beranjak remaja dan dewasa, kondisi kesehatannya normal bahkan sudah jarang
sakit, karena nutrisi dan pola makan yang benar-benar diperhatikan oleh orang
tua angkatnya. Karena sejak bayi tidak pernah diasuh oleh orang tua kandungnya,
Muhajir tumbuh menjadi sosok pribadi yang lebih nyaman berada di lingkungan
orang lain, bahkan merasa asing berada di rumah orang tua kandungnya dan tidak
nyaman bersama saudara-saudaranya dalam satu lingkungan. Orang tua angkatnya
memang memperlakukan Muhajir seperti anak sendiri, hal ini dikarenakan mereka
tidak memiliki anak setelah lama membina rumah tangga, karena kondisi ekonomi
mereka yang baik sehingga segala macam cara akan dilakukan supaya Muhajir tidak
sakit-sakitan lagi. Dan upaya yang dilakukan orang tua angkat muhajir ini
benar-benar berhasil karena Muhajir tumbuh normal dan tidak sakit-sakitan lagi.
Namun ketika memasuki usia 50 tahun, ia benar-benar sudah tidak bisa bekerja
seperti dulu karena komplikasi berbagai macam penyakit yang membuat kondisi
kesehatannya turun drastis. Padahal menjaga pola makan yang selalu dianjurkan
orang tua angkatnya dulu selalu ia lakukan dari dulu hingga sekarang.
Di
usia yang ke-61 tahun sekarang, Muhajir tetap intensif melakukan pengobatan,
baik pengobatan alternatif maupun pengobatan ke beberapa dokter. Ia sudah tidak
bisa bekerja lagi seperti dulu, ia hanya menyewakan mobil pick-up miliknya
kepada orang-orang yang hendak menyewanya. Anak-anaknya juga sudah dewasa,
bahkan putra sulungnya telah berumahtangga dan menjadi guru, anak keduanya
bekerja sebagai perawat, dan anak ketiganya sedang menempuh kuliah di
Universitas Negeri Malang. Kini bersama istrinya, ia hidup tenang dengan
menikmati hasil dari kerja kerasnya ketika muda, walaupun sekarang sudah tidak
bisa berjalan seperti masa mudanya dulu akibat asam urat yang tidak kunjung
sembuh.
3.2.
Saran
Pada
dasarnya rencana Tuhan itu indah, dan mengingkari apa yang Tuhan berikan kepada
kita adalah suatu bentuk sikap manusia yang tidak bersyukur dan tidak berfikir
positif untuk kebaikan bersama di masa mendatang. Akibat yang ditimbulkan dari
perbuatan Arum memang tidak hanya berdampak buruk pada kondisi kesehatan
Muhajir ketika ia masih kecil maupun di masa tuanya sekarang, namun juga
berdampak negatif pada kedekatan emosional antara ibu dan anak atau bahkan
keluarga dengan anak tersebut. Akan terasa aneh jika anak kandung sendiri tidak
pernah nyaman hidup bersama orang tua kandung dan saudara-saudara kandungnya.
Segala sesuatu jelas ada yang diharapkan, ada pula yang tidak diharapkan. Jika
mendapat sesuatu yang diharapkan, maka bersyukurlah, dan jika mendapat sesuatu
yang tidak diharapkan maka bersabar lebih baik. Bersabarlah untuk bersyukur dan
bersyukurlah masih bisa bersabar.
DAFTAR RUJUKAN
Koentowijoyo. 2009. Pengantar Ilmu Sejarah.
Yogyakarta : Tiara Kencana
Narasumber :
1) Nama : Muhajir
Tempat, tanggal lahir : Lamongan, 17 Agustus 1952
Pekerjaan : Supir
Status : Menikah
Alamat : Jl. Pasar Lama
02 RT 006/ RW III Paciran, Kabupaten Lamongan
2) Nama : Anif Hidayati
Tempat, tanggal lahir : Lamongan, 26 Juni1966
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Status : Menikah
Alamat : Jl. Pasar Lama
02 RT 006/ RW III Paciran, Kabupaten
Lamongan
3) Nama : Maisaroh
Umur : 80 tahun
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Status : Janda
Alamat : Jalan Raya
Deandless Kranji, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan
4) Nama : Nafi’ah
Umur : 62 tahun
Pekerjaan : Pedagang
Status : Menikah
Alamat : Jalan Raya
Deandless Kranji, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
LAMPIRAN
Foto Muhajir bersama Istrinya, Anif Hidayati
Foto Muhajir
Kartu
Keluarga Muhajir
Kartu
Nikah Muhajir dan Istrinya.
KTP
Muhajir
SIM
Muhajir
VISA
Muhajir
Anak
Muhajir yang pertama
Anak
Muhajir yang kedua
Anak
Muhajir yang ketiga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar