Kamis, 05 Desember 2013

sejarah ayah tercinta



SEJARAH DAN AKIBAT DARI OBAT PENGGUGUR KANDUNGAN TERHADAP KEHIDUPAN MUHAJIR DI MASA SEKARANG



MAKALAH
Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah
Pengantar Ilmu Sejarah
Yang dibina oleh Ibu Indah Wahyu Puji Utami, S.Pd, S.Hum, M.Pd




Oleh
Intan Febri Layyinah
130731615706



 




UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN SEJARAH
NOVEMBER 2013
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allas SWT yang telah memberikan rahmat, taufiq, serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas matakuliah Pengantar Ilmu Sejarah yaitu membuat makalah yang berjudul “Sejarah dan Akibat dari Obat Penggugur Kandungan Terhadap Kehidupan Muhajir di Masa Sekarang ini dengan sebaik-baiknya.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terselesaikannya makalah ini. Kepada ibu Indah Wahyu Puji Utami selaku pembimbing yang selalu memberikan pengarahan dan motivasi untuk penulis dalam menyelesaikan tugas makalah ini. Tak lupa kepada teman-teman Offering D Pendidikan Sejarah 2013 yang senantiasa membantu dan selalu memberi inspirasi hingga terselesaikannya makalah ini.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam pembuatan makalah ini. Oleh karena itu diperlukan kritik dan saran yang membangun dalam menyempurnakan makalah ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pembaca yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca makalah ini.





Malang, 29 November 2013



Penulis            


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1.       Latar Belakang
1.2.       Rumusan Masalah
1.3.       Tujuan
1.4.       Metode Sejarah

BAB II PEMBAHASAN
2.1.    Sejarah dan awal mula Muhajir akan digugurkan
2.2.    Akibat yang ditimbulkan dari obat penggugur kandungan terhadap kehidupan Muhajir
2.3.    Kehidupan Muhajir sekarang

BAB III PENUTUP
3.1.    Kesimpulan
3.2.    Saran

DAFTAR RUJUKAN

LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kelahiran, kehidupan, dan kematian merupakan sebuah misteri yang hanya Tuhan yang tahu. Sekuat apapun usaha untuk mengingkari takdir tuhan, jika Tuhan tidak menghendaki, maka segala usaha tersebut hanya akan sia-sia dan tak berarti apa-apa.
Salah satu contoh bentuk pengingkaran terhadap takdir Tuhan adalah usaha seorang perempuan untuk menggugurkan janin yang dikandungnya, apapun akan dilakukan agar janin yang dikandungannya gugur, salah satunya dengan meminum jamu peluruh janin. Namun jika Tuhan menghendaki janin tersebut untuk tetap hidup, maka janin itu akan tetap bertahan hingga hari kelahirannya nanti. Muhajir adalah salah satu korban dari usaha ibunya untuk menggugurkan kandungannya karena faktor ekonomi.
Alasan ekonomi memang sering mendorong seorang ibu untuk menggugurkan kandungannya, supaya anaknya tidak terlalu banyak dan tidak menjadi beban orang tua. Namun selain alasan ekonomi diatas, ibu Muhajir yang bernama Arum memiliki alasan lain, yakni karena selisih antara kelahiran kakak perempuan Muhajir dan hadirnya Muhajir di dalam kandungannya hanya selisih 5 bulan saja. Jelas apa yang dilakukan Arum memiliki akibat yang sangat besar bagi kehidupan Muhajir, terutama kehidupannya di masa tua. Proses perjalanan hidup Muhajir inilah yang menarik untuk dibahas, karena selain mengandung sejarah hidup seseorang, juga terdapat nilai-nilai moral serta banyak pelajaran yang bisa diambil dari makalah ini.



1.1.       Rumusan Masalah
1.        Bagaimana sejarah dan awal mula Muhajir akan digugurkan?
2.        Bagaimana akibat yang ditimbulkan dari obat penggugur kandungan terhadap kehidupan Muhajir?
3.        Bagaimana kehidupan Muhajir sekarang?

1.2.       Tujuan
1.        Menjelaskan sejarah dan awal mula Muhajir akan digugurkan
2.        Menjelaskan akibat yang ditimbulkan dari obat penggugur kandungan terhadap kehidupan Muhajir
3.        Menjelaskan kehidupan Muhajir sekarang

1.3.       Metode Sejarah
1.        Pemilihan Topik
                                                        a.     Kedekatan Emosional
Menjadi seorang anak yang sejak dalam kandungan tidak diharapkan, bahkan akan digugurkan memang tidak hanya terjadi pada Muhajir saja, namun hal ini jarang dipublikasikan atau bahkan menjadi suatu pembahasan. Karena kedekatan Muhajir dan penulis yang merupakan ayah dan anak, maka penulis mencoba membahas keseluruhan dari sejarah hidup Muhajir yang merupakan korban usaha aborsi yang dilakukan ibu kandungnya sendiri, dari awal mula janinnya bersemayam di rahim ibunya hingga perjuangannya untuk mampu bertahan hidup, diusianya yang ke-61 tahun kini.

                                                        b.     Kedekatan Intelektual
Untuk mendukung keabsahan makalah ini, penulis mendapatkan sumber-sumber, baik sumber primer maupun sumber sekunder dari keluarga Muhajir sendiri. Pemilihan topik ini bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada pembaca bahwa rencana Allah selalu indah dan jangan mengubah apa yang sudah diberikan Allah. Usaha untuk menggugurkan kandungan memang tindakan yang tidak terpuji, mengubah takdir Allah merupakan sikap menusia yang tidak bersyukur serta tidak berpikir positif untuk kebaikan di masa yang akan datang. Karena itulah penulis memilih topik ini untuk dibahas, yaitu Sejarah dan Akibat dari Obat Penggugur Kandungan Terhadap Kehidupan Muhajir Di Masa Sekarang

2.        Heuristik
        Pengumpulan data dan sumber-sumber yang mendukung topik pembahasan yakni sumber primer didapat penulis dengan mewawancarai Muhajir yang merupakan sumber utama dan terlibat langsung didalam topik yang diangkat oleh penulis, wawancara dilakukan melalui telepon karena situasi dan kondisi yang tidak mendukung untuk dilakukannya wawancara secara tatap muka. Sedangkan sumber sekunder yakni maisaroh yang merupakan bibi kandung Muhajir, Nafi’ah yang merupakan kakak perempuan Muhajir, dan Anif Hidayati yang merupakan istrinya, sumber sekunder tersebut sebagai pembanding dan pendukung sumber primer. Wawancara dengan sumber sekunder juga dilakukan dengan menelepon sumber sekunder karena penulis belum bisa bertemu langsung dengan sumber sekunder untuk melakukan wawancara.




3.        Kritik
                                                        a.     Kritik Eksternal
Dari sumber primer yaitu Muhajir maupun sumber sekunder yakni Nafi’ah, Maisaroh, dan Anif Hidayati memang benar bahwa ketika Mihajir masih di dalam kandungan, ibunya sering meminum jamu penggugur janin. Namun ada sedikit perbedaan dalam perkembangan kehidupan Muhajir yang sering sakit-sakitan sejak usianya 50 tahun hingga sekarang. Maisaroh yang merupakan adik Arum sekaligus sumber sekunder mengungkapkan bahwa ia tidak pernah mendengar kabar Muhajir sakit-sakitan, karena menurut istri Muhajir, Anif Hidayati, Maisaroh memang tidak pernah diberi tahu tentang keadaan kesehatan Muhajir sejak mereka menikah. sumber primer maupun sumber sekunder yang lain memang menyatakan bahwa Muhajir memang lebih sering sakit-sakitan sejak usianya memasuki setengah abad.

                                                        b.     Kritik Internal
Dari hasil wawancara yang telah dilakukan oleh penulis, memang benar bahwa ada 2 sebab yang membuat Arum mengambil keputusan untuk menggugurkan kandungannya, yakni keterbatasan ekonomi karena ayah Muhajir yang hanya seorang nelayan tengan kehilangan kapal kecilnya, sehingga ia tidak bisa mendapatkan penghasilan yang cukup pada waktu itu dan jarak antara kelahiran Nafi’ah dengan hadirnya Muhajir di rahim Arum yang dekat, yakni 5 bulan karena Arum memang tidak menyusui Nafi’ah.



4.        Interpretasi
Dari data-data atau fakta-fakta yang penulis dapat melalui wawancara, baik sumber primer maupun sumber sekunder dapat penulis interpretasikan bahwa hadirnya janin di rahim Arum setelah 5 bulan ia melahirkan anak perempuannya memang menjadi suatu hal yang tidak diduga. Bertepatan dengan itu, kondisi keuangan keluarga Arum sedang berada diujung tanduk setelah suaminya, Rohim, yang hanya seorang nelayan sedang kehilangan kapal kecil miliknya yang biasanya digunakan untuk melaut, sedangkan ia memiliki 2 anak yang masih sangat kecil ditambah dengan Arum yang tidak bekerja.
Setelah usaha menggugurkan kandungan itu gagal dan Muhajir lahir dengan kondisi sehat meskipun ia prematur, efek yang ditimbulkan dari tindakan Arum adalah sistem pertahanan tubuh Muhajir yang sangat buruk. Ia tidak bisa melakukan pekerjaan yang berat sejak usianya memasuki 50 tahun hingga diusianya yang ke-61 tahun sekarang. Namun Muhajir memiliki perawakan yang cukup berisi dan kuat diwaktu mudanya.
Ada perbedaan pendapat mengenai kondisi Muhajir yang sering sakit-sakitan ini, sumber sekunder yakni Maisaroh tidak mengatakan bahwa muhajir sering sakit-sakitan sejak usianya memasuki 50 tahun. Namun menurut sumber sekunder lainnya membenarkan pernyataan sumber primer yang mengaku sering sakit-sakitan sejak usianya memasuki usia 50 tahun. Setelah diperjelas, ternyata Maisroh memang tidak tahu keadaan Muhajir setelah keponakannya itu menikah dengan Anif dan pindah ke Desa Paciran, meskipun dulu di desa asalnya, di Desa Kranji, Muhajir juga diangkat anak oleh kakak Maisaroh, namun Maisaroh masih mengetahui keadaan Muhajir karena rumah mereka yang bersebelahan.

5.        Historiografi
Dalam historiografi, penulis memulai dengan Bab I yaitu Pendahuluan, pendahuluan ini berisi Latar Belakang, Rumusan Masalah. Tujuan, dan Metode-metode Sejarah. Kemudian dilanjutkan pada Bab II yaitu Pembahasan, pembahasan ini merupakan inti makalah dan jawaban dari rumusan masalah yang akan dibahas lebih detail mengenai Historiografi ini. Dan yang terakhir Bab III yaitu Penutup yang berisi kesimpulan dan saran dari pembahasan.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1.    Sejarah dan awal mula Muhajir akan digugurkan
Sekitar 5 bulan setelah kelahiran anak perempuannya, mungkin karena Arum tidak menyusui Nafi’ah, ia hamil lagi. Kehamilan yang sangat tidak diharapkan karena suaminya, Rohim, tengah kehilangan kapal kecil miliknya yang menjadi teman setianya ketika pergi melaut, kapal kecilnya dicuri orang dan tidak diketahui siapa yang mencuri benda berharganya tersebut.
Tanpa pikir panjang, Arum mengambil tindakan yang juga tidak dilarang oleh Rohim, yaitu menggugurkan kandungannya dengan cara meminum obat dan jamu penggugur kandungan selama 2 bulan, namun janin itu tetap bertahan hingga hari kelahirannya pada 17 Agustus 1952 meskipun ia lahir prematur karena hanya 7 bulan dikandungan ibunya dan ia diberi nama Muhajir.
Karena keadaan ekonominya yang sedang kekurangan, Muhajir terbaksa diberikan untuk diasuh oleh kakak Arum sendiri, Muhajir tumbuh dengan tinggi badan yang pendek namun memiliki perawakan yang berisi. Karena orang tua asuhnya tidak memiliki anak dan mencukupi seluruh kebutuhan yang dibutuhkan oleh Muhajir, ia pun hampir tidak pernah dekat dengan orang tua kandungnya sendiri walaupun rumah mereka bersebelahan. Orang tua angkat Muhajir juga memaklumi keadaan muhajir yang sering sakit karena terlalu lelah bermain ataupun daya tahan tubuhnya yang tidak baik.
Setelah lulus SD, ia di pondokkan ke Desa Paciran dan berpisah dengan orang tua angkatnya di Desa Kranji. Namun ia tak bertahan lama di pondok karena sering sakit, akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari pondok dan bersekolah di Kranji. Selama SLTP, ia juga membantu bapak angkatnya yang memiliki usaha pabrik pengolahan ikan yang cukup besar.
Lulus dari SLTP ia kembali dipondokkan ke Desa Paciran untuk kedua kalinya di pondok yang sama, ia bertahan sampai lulus SLTA dan kembali ke Kranji untuk membantu bapak angkatnya yang sedang menghadapi kesulitan karena pabrik pengelolaan ikan miliknya terancam mengalami kebangkrutan. Hal ini bermula ketika bapak angkatnya menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh pelanggannya, bapak angkat Muhajir terpaksa banyak berhutang dan akhirnya menikahkan Muhajir dengan putri seorang pengusaha yang menjadi tempat bapak angkat Muhajir berhutang.
Pernikahan itu hanya bertahan 2 tahun, di usia yang masih sangat muda yakni 20 tahun, Muhajir memutuskan meninggalkan rumah orang tua angkatnya dan tinggal dirumah Maisaroh, Muhajir memberanikan diri untuk membeli mobil dengan uang tabungannya dan dibantu dengan uang tambahan dari Maisaroh, ia bekerja sebagai supir mobil pick-up untuk mencukupi kebutuhannya sendiri dan untuk mengembalikan uang Maisaroh.
Setahun kemudian ia kembali kerumah orang tua angkatnya karena bapak angkatnya meninggal dunia, disitulah ia bertemu kembali dengan orang tua kandungnya dan memutuskan untuk kembali ke rumah orang tua kandungnya, 4 bulan kemudian ibu angkatnya meninggal dunia, ia pun menjadi satu-satunya pewaris harta yang masih tersisa juga pewaris tunggal seluruh hutang bapak angkatnya yang belum dibayar.
Setelah melunasi seluruh hutang bapak angkatnya dan merasa asing tinggal di rumah orang tua kandungnya sendiri, Muhajir memutuskan untuk pindah dan menetap di Paciran, ia membangun rumah sederhana dari sisa uang yang masih dia punya. Ia menjadi salah satu supir muda yang paling laris pada waktu itu, dengan kehidupan yang jauh dari keluarga seperti itu, ia merasa lebih baik meskipun tak jarang ketika ia sakit, ia yang merawat dirinya sendiri, namun baginya itu lebih baik dari pada berada di rumah sendiri namun merasa asing dengan keluarganya sendiri.
Ketika usianya 29 tahun, ia menikah lagi karena dijodohkan oleh penumpang langganannya dengan perempuan asli Paciran yang bernama Anif Hidayati pada tanggal 17 Februari 1983, sesudah menikah ia benar-benar semakin jauh dari keluarganya sendiri dan lebih dekat dengan keluarga istrinya. Pada tanggal 11 November 1983, lahirlah putra pertamanya yang bernama Iwan Wahyudi, disusul 6 tahun kemudian putrinya yang diberi nama Vina Intihatus Sakhiyah lahir dan anak terakhirnya lahir 5 tahun kemudian dan diberi nama Intan Febri Layyinah. Muhajir menjalani kehidupannya sebagai ayah dengan keadaan yang baik, sesudah menikah ia memang jarang sakit.

2.1.    Akibat yang ditimbulkan dari obat penggugur kandungan terhadap kehidupan Muhajir
Setelah 20 tahun usia pernikahannya, ia baru pulang mengunjungi Kranji karena bapak kandungnya meninggal dunia, baru setelah inilah hubungan Muhajir dengan ibu maupun saudara-saudaranya sedikit lebih dekat, hubungan silaturrahim yang terputus sekian lama perlahan-lahan terjalin kembali, namun 3 tahun kemudian Arum menyusul suaminya kembali kepada Sang Pencipta.
Meninggalnya Arum tidak membuat hubungan Muhajir dan saudara-saudaranya kembali renggang, karena sebagai satu-satunya anak Arum yang diasuh orang lain sejak bayi, Muhajir belum pernah mengenal lebih dekat kakak dan adik-adiknya.
Memasuki usia ke 50 tahun inilah akibat dari tindakan Arum puluhan tahun yang lalu membuat kondisi kesehatan Muhajir perlahan-lahan mulai memburuk, ia mulai saki-sakitan kembali bahkan masuk rumah sakit karena berbagai macam penyakit, diantaranya asam urat, kolesterol, darah tinggi, kencing batu, hingga sesak nafas.
Ia hampir jarang bekerja karena kondisi badannya yang tidak bisa diajak terlalu lelah, puncaknya adalah ketika kakinya tidak bisa berjalan karena asam urat dan kolesterol yang parah.
Banyak yang mengira bahwa Muhajir sakit-sakitan karena pola makan yang tidak diatur dengan baik, namun perkiraan itu salah karena sedari muda bahkan sesudah menikah, pola makannya tetap teratur dengan baik, hanya saja ia seorang perokok yang aktif mengkonsumsi rokok dalam jumlah yang banyak. Berbagai macam pengobatan dan banyaknya dokter yang sudah pernah ia kunjungi sudah tidak dapat dihitung lagi, namun hasilnya tak membantu banyak.

2.1.    Kehidupan Muhajir sekarang
Di usia yang ke-61 tahun ini, muhajir memang sudah tidak bisa bekerja lagi, ia hanya menyewakan mobilnya jika ada yang menyewa, selebihnya ia lebih sering dirumah. Putra pertamanya sudah berumah tangga dan menjadi guru di Pondok yang sempat menjadi bagian dari sejarah hidup Muhajir, anak keduanya bekerja sebagai seorang perawat di rumah sakit di Kranji, Desa asal Muhajir dan anak ketiganya sedang menempuh kuliah di Universitas Negeri Malang.
Pengobatan intensif tetap dilakukan oleh Muhajir yang selalu ditemani oleh istri tercintanya yang sekarang mengambil alih peran Muhajir untuk mencari nafkah untuk kebutuhan makan sehari-hari. Hubungan Muhajir dengan saudara-saurada dan keluarganya yang lain juga tetap baik sampai sekarang, meskipun Muhajir jarang mengunjungi keluarganya di Desa Kranji.
Kondisi kesehatan Muhajir juga tidak tentu, kadang sakit, terkadang pula sehat, namun yang pasti adalah ia sekarang agak kesulitan untuk berjalan karena asam uratnya yang menggerogoti kakinya. Namun ia tetap bertahan sampai sekarang bersama keluarga kecilnya.


BAB III
PENUTUP

3.1.       Kesimpulan
Jika Allah tidak menghendaki, usaha apapun yang dilakukan oleh seseorang tak akan berarti apa-apa, segala hal yang diberikan Allah sebaiknya selalu disyukuri. Seperti awal mula cerita perjalanan hidup Muhajir ini, diawali dengan resiko yang akan didapatkan karena Arum yang tidak menyusui Nafi’ah, sehingga ada peluang untuk bisa hamil lagi dalam kurun waktu yang singkat. Dan akhirnya memang benar karena 5 bulan sesudah melahirkan Nafi’ah, Arum hamil, bertepatan pula dengan hilangnya kapal kecil milik Rohim, suaminya. Akhirnya Arum mengambil tindakan untuk menggugurkan kandungannya, namun janin yang diberi nama Muhajir itu tetap lahir dengan selamat meskipun prematur.
Setelah lahir dan diasuh oleh kakak Arum, Muhajir tumbuh dengan daya tahan tubuh yang tidak begitu baik dan sering sakit-sakitan di masa kecilnya. Namun ketika beranjak remaja dan dewasa, kondisi kesehatannya normal bahkan sudah jarang sakit, karena nutrisi dan pola makan yang benar-benar diperhatikan oleh orang tua angkatnya. Karena sejak bayi tidak pernah diasuh oleh orang tua kandungnya, Muhajir tumbuh menjadi sosok pribadi yang lebih nyaman berada di lingkungan orang lain, bahkan merasa asing berada di rumah orang tua kandungnya dan tidak nyaman bersama saudara-saudaranya dalam satu lingkungan. Orang tua angkatnya memang memperlakukan Muhajir seperti anak sendiri, hal ini dikarenakan mereka tidak memiliki anak setelah lama membina rumah tangga, karena kondisi ekonomi mereka yang baik sehingga segala macam cara akan dilakukan supaya Muhajir tidak sakit-sakitan lagi. Dan upaya yang dilakukan orang tua angkat muhajir ini benar-benar berhasil karena Muhajir tumbuh normal dan tidak sakit-sakitan lagi. Namun ketika memasuki usia 50 tahun, ia benar-benar sudah tidak bisa bekerja seperti dulu karena komplikasi berbagai macam penyakit yang membuat kondisi kesehatannya turun drastis. Padahal menjaga pola makan yang selalu dianjurkan orang tua angkatnya dulu selalu ia lakukan dari dulu hingga sekarang.
Di usia yang ke-61 tahun sekarang, Muhajir tetap intensif melakukan pengobatan, baik pengobatan alternatif maupun pengobatan ke beberapa dokter. Ia sudah tidak bisa bekerja lagi seperti dulu, ia hanya menyewakan mobil pick-up miliknya kepada orang-orang yang hendak menyewanya. Anak-anaknya juga sudah dewasa, bahkan putra sulungnya telah berumahtangga dan menjadi guru, anak keduanya bekerja sebagai perawat, dan anak ketiganya sedang menempuh kuliah di Universitas Negeri Malang. Kini bersama istrinya, ia hidup tenang dengan menikmati hasil dari kerja kerasnya ketika muda, walaupun sekarang sudah tidak bisa berjalan seperti masa mudanya dulu akibat asam urat yang tidak kunjung sembuh.

3.2.        Saran
Pada dasarnya rencana Tuhan itu indah, dan mengingkari apa yang Tuhan berikan kepada kita adalah suatu bentuk sikap manusia yang tidak bersyukur dan tidak berfikir positif untuk kebaikan bersama di masa mendatang. Akibat yang ditimbulkan dari perbuatan Arum memang tidak hanya berdampak buruk pada kondisi kesehatan Muhajir ketika ia masih kecil maupun di masa tuanya sekarang, namun juga berdampak negatif pada kedekatan emosional antara ibu dan anak atau bahkan keluarga dengan anak tersebut. Akan terasa aneh jika anak kandung sendiri tidak pernah nyaman hidup bersama orang tua kandung dan saudara-saudara kandungnya. Segala sesuatu jelas ada yang diharapkan, ada pula yang tidak diharapkan. Jika mendapat sesuatu yang diharapkan, maka bersyukurlah, dan jika mendapat sesuatu yang tidak diharapkan maka bersabar lebih baik. Bersabarlah untuk bersyukur dan bersyukurlah masih bisa bersabar.


DAFTAR RUJUKAN

Koentowijoyo. 2009. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta : Tiara Kencana

Narasumber   :
1)      Nama                                 : Muhajir
Tempat, tanggal lahir         : Lamongan, 17 Agustus 1952
Pekerjaan                           : Supir
Status                                 : Menikah
Alamat                               : Jl. Pasar Lama 02 RT 006/ RW III Paciran,                                                       Kabupaten Lamongan

2)      Nama                                 : Anif Hidayati
Tempat, tanggal lahir         : Lamongan, 26 Juni1966
Pekerjaan                           : Ibu rumah tangga
Status                                 : Menikah
Alamat                               : Jl. Pasar Lama 02 RT 006/ RW III Paciran,                                                       Kabupaten  Lamongan

3)      Nama                                 : Maisaroh
Umur                                  : 80 tahun
Pekerjaan                           : Ibu rumah tangga
Status                                 : Janda
Alamat                               : Jalan Raya Deandless Kranji, Kecamatan                                                          Paciran, Kabupaten Lamongan

4)      Nama                                 : Nafi’ah
Umur                                  : 62 tahun
Pekerjaan                           : Pedagang
Status                                 : Menikah
Alamat                               : Jalan Raya Deandless Kranji, Kecamatan                                                          Paciran, Kabupaten Lamongan.
LAMPIRAN

Foto Muhajir bersama Istrinya, Anif Hidayati



Foto Muhajir

Kartu Keluarga Muhajir
Kartu Nikah Muhajir dan Istrinya.
KTP Muhajir
SIM Muhajir
VISA Muhajir
Anak Muhajir yang pertama
Anak Muhajir yang kedua
Anak Muhajir yang ketiga


Tidak ada komentar:

Posting Komentar